Text
Tiga cinta, ibu
Bu, bila telah melangkah ke relung paling dalam dari seorang perempuan, aku selalu membayangkan bahwa relung yang ku tapaki itu adalah juga relungmu. Di belahan dunia manapun, perempuan punya fitrah yang sama, beitu katamu. Memikiirkan keberadaan perempuan yang sebaya denganku kala anak-anak, aku mereasa iba bila karena satu dan lain hal mereja jadi cengegn. Tapi, Bu, sebenarnya aku juga benci. Ibu tak pernah menangis, ... Ketika hal ini ku lontarkan kepadamu, kau bercerita tentang faktor-faktor luar yang kut mmberi pengaruh terhadap keberadaan seseorang. Aku masih ingat, Bu, ketika itu. Aku justru gemar membayangkan superman.
Tidak tersedia versi lain