Text
Perempuan melayu yang tak pernah layu : antologi puisi
Akulah pantun di layar kaca itu – Kaktus – Kembalikan aku pada waktu itu – Hujan belum juga reda - Kerudung biru – Catatan kehadiran – Makna sebuah sentuhan – Tarian pagi hari – Menanam sajak – Penyebrangan – Raja Ali Haji – Mendahului matahari - Perempuan dari Kota Gurindam – Perigi – Menanti perempuan perkasa – Bilang kepada Emak - Kaulah dedaunan itu – Negeri pantun – Ibu – Kelelawar bersayap merpati – Rumah pantun - Ziarah kata – Baiduri – Senandung semenanjung – Pantun melantun - Suryatati – Pertemuan di Tanjungpinang -- Perpisahan di Tanjungpinang – Siang di Tanjungpinang – Malam Tanjungpinang - Perempuan penghulu – Kaetika Kartini berkunjung ke Aceh – Malam makrifat – Mata cinta – Maaf - Perempuan Melayu tak pernah layu – Sajak bagi lascar wanita – Negeri pantun – Anjung cahaya – Dinding waktu - Selendang mayang Tanjungpinang – Anak--anak merajut puisi dari sobekan luka ibunya – Prasasti terbelah – Air mata di senja jelita – Kenduri rindu - Perempuan Melayu pertama – Perahu Melayu - Gurindam Hira – Kelak angina mengantarkanku pada pecahan langit – Aku takkan mencarimu lagi – Merendam api di laut - Melayu perempuan – DI Kota Tanjungpinang -Senyum gurindam – Ruang tunggu – Menyapa pergi – Rekaat terakhir - Perempuan Melayu – Sajak buat Ibu Suryatatu A. Manan – Selamat pagi anak pantai – Surat untuk Dzaki - Sebab aku SUryatati – Bukan karena, tetapi – Syair do’a Suryatati – Bunga--bunga untukmu - Hikayat negeri bertuah – Surat untuk perempuan Melayu – Pada nibung dan pinang – Sajak buah pinang -Bersamau – Penghujung destinasi – Rindu menggumul gelombang - Tanjung Pinang – Di sebuah sisi yang sering terlewatkan – Ketika pertemuan itu di dadaku kata-kata telah membangun istananya sendiri – Pamitan Malam – Tanah puisi - Syair dedaun – Biarkanlah – Sajak pulang -Terkenang anak-anak Melayu – Dalam pantunnya masih kukenang – Sudah Melayu, Tuhan pun tahu - Sepotong do’a untuk mama-- Emak – Kupu—kupu -My mayor -Adikku yang paling kusayangi -Sang wanita Melayu -Pemimpin wanita-Teruntuk besanku-Balasan Surat untuk cucu-Dare telok kereteng-Karena aku perempuan-Penyair perempuan-Ratu di tengah kota-Semua tentang masa lalu - Jika Bupati di kampungku Suryatati A. Manan -Do’a buat ibu -Untukmu Srikandiku -Cik Puan – Doa malam Ibu -Ketegaran hati Bunda – Surat untuk Bunda -Kado untuk Bunda -Aku dan dia -Suryaku -Bersamamu Ibu -Ibu Walikota -Majulah pemenang -Permintaan seorang anak - Buah hati – Perempuan
Tidak tersedia versi lain